Jejak Muslim Tionghoa dalam Perkembangan Islam Nusantara

January 12, 2021 |
039838500_1494808669-IMG20170510130958

Liputan6.com, Yogyakarta – Selain pedagang asal Gujarat dan Persia, etnis Tionghoa di Indonesia ternyata berperan dalam perkembangan agama Islam di Nusantara. Hal itu disampaikan Hew Wai Weng, peneliti asal Malaysia, di sela simposium Internasional “Genre Sosial Budaya Muslim Tionghoa di Indonesia”.

“Tadi Buya juga bilang lalu Gus Dur juga mengatakan bahwa salah satu Wali Songo itu ada yang dari Cina. Semua sudah ada buku atau literaturnya juga,” ujarnya di Inna Garuda Yogyakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

Weng melihat muslim Tionghoa yang ada di Indonesia ini mulai membaur dan hidup layaknya pribumi. Meski sebagian dari muslim Tionghoa mendirikan masjid Tiongkok, ia menilai hal itu hanya sebagai simbol dari aspirasi kebudayaan semata.

“Perbedaan muslim Tiongkok dan muslim Tionghoa Indonesia. Mereka berada di Tiongkok, wacananya bahasa dan budayanya Tiongkok, tapi muslim Tionghoa Indonesia, mereka orang Indonesia,” ujarnya.

“Walaupun membangun masjid Tiongkok, itu simbol aspirasi culture-nya saja. Namun, kegiatan harian dan wacananya membaur dengan Muhammadiyah, NU, PKS, HTI, ada semua,” ujarnya.

Hal lain yang menarik perhatian Weng soal perkembangan muslim Tionghoa Indonesia adalah partisipasi mereka dalam dunia politik. Partisipasi mereka semakin intens dalam beberapa tahun terakhir.

“Baru-baru ini Wali Kota Medan, Wali Kota Banjarnegara dan bupati lainnya ada juga itu dari muslim Tionghoa,” kata Weng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *